Kamis, 07 November 2013

MELIWIS PUTIH


Meliwis Putih adalah sebuah perguruan ilmu, seni, beladiri dan pencaksilat. Perguruan ini didirikan oleh Guru H. Muhammad Nur Farid Al Ayuba, S.Pd. sejak beliau masih kelas 2 SMA. Meliwis Putih berpusat di Banyuasin, Purwokerto, Indonesia. Sampai saat ini, perguruan ini telah memiliki ratusan anggota. Meliwis Putih mengembangkan 3 unsur utama, yaitu karate, kungfu, dan pencaksilat. Terdapat kelebihan pada masing masing unsur, yaitu:
1. Karate pada kekuatan dan power serangan
2. Kungfu pada kecepatan dan kelincahan gerakan
3. Pencaksilat pada hindaran
Pada perguruan ini, terdapat 6 tingkatan sebelum akhirnya bisa benar benar tuntas atau dikatakan telah lulus. Pada tingkat 1, yang dipelajari hanya gerakan gerakan dasar. Pada tingkat 2, sama saja dengan tingkat 1 tetapi sudah mengaplikasikan penggunaan nafas. Pada tingkat 3 sudah pada rangkaian gerak dan jurus. Dalam perguruan ini, dikenal istilah ipong komite, yaitu rangkaian gerak untuk menangkis, baru kemudian melumpuhkan lawan dengan sangat cepat. Sedangkan pada tingkat 4, 5, dan 6, yang dipelajari berkenaan dengan ilmu ilmu spiritual dan doa, atau dalam meliwis putih dikenal sebagai ma’rifat. Sebelum seseorang dikatakan tuntas, ia akan diuji dengan ujian mengingat Allah selama 24 jam yang dilakukan 2 kali. Setelah berhasil, maka ia dikatakan telah tuntas. Setelah tuntas, akan diadakan sebuah tasyakuran dengan menyembelih seekor burung meliwis berwarna putih dan anggota anggota meliwis putih pun diundang untuk menghadiri acara ini.
Jika polisi memiliki brimob sebagai tim khusus, maka meliwis putih memiliki tim khusus juga yaitu kelompok sebelas. Kelompok sebelas beranggotakan anggota anggota terbaik yang dipilih secara langsung oleh guru besar. Apabila terdapat hal hal yang tidak memungkinkan, maka anggota kelompok sebelas bisa diganti, tentunya oleh guru besar secara langsung.
Di perguruan ini tidak hanya diajari beladiri saja, tetapi juga diajarkan nasehat nasehat yang sangat sayang untuk dilewatkan. Lewat nasehat nasehat itulah serasa ada yang menyegarkan dahaga batin sehingga terasa damai dan tentram.
Sekilas tentang meliwis putih yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Salam.