Meliwis Putih adalah sebuah perguruan ilmu, seni, beladiri dan pencaksilat. Perguruan ini didirikan oleh Guru H. Muhammad Nur Farid Al Ayuba, S.Pd. sejak beliau masih kelas 2 SMA. Meliwis Putih berpusat di Banyuasin, Purwokerto, Indonesia. Sampai saat ini, perguruan ini telah memiliki ratusan anggota. Meliwis Putih mengembangkan 3 unsur utama, yaitu karate, kungfu, dan pencaksilat. Terdapat kelebihan pada masing masing unsur, yaitu:
1. Karate pada
kekuatan dan power serangan
2. Kungfu pada kecepatan
dan kelincahan gerakan
3. Pencaksilat pada
hindaran
Pada perguruan ini,
terdapat 6 tingkatan sebelum akhirnya bisa benar benar tuntas atau dikatakan
telah lulus. Pada tingkat 1, yang dipelajari hanya gerakan gerakan dasar. Pada
tingkat 2, sama saja dengan tingkat 1 tetapi sudah mengaplikasikan penggunaan
nafas. Pada tingkat 3 sudah pada rangkaian gerak dan jurus. Dalam perguruan
ini, dikenal istilah ipong komite, yaitu rangkaian gerak untuk menangkis, baru
kemudian melumpuhkan lawan dengan sangat cepat. Sedangkan pada tingkat 4, 5,
dan 6, yang dipelajari berkenaan dengan ilmu ilmu spiritual dan doa, atau dalam
meliwis putih dikenal sebagai ma’rifat. Sebelum seseorang dikatakan tuntas, ia
akan diuji dengan ujian mengingat Allah selama 24 jam yang dilakukan 2 kali.
Setelah berhasil, maka ia dikatakan telah tuntas. Setelah tuntas, akan diadakan
sebuah tasyakuran dengan menyembelih seekor burung meliwis berwarna putih dan
anggota anggota meliwis putih pun diundang untuk menghadiri acara ini.
Jika polisi memiliki
brimob sebagai tim khusus, maka meliwis putih memiliki tim khusus juga yaitu
kelompok sebelas. Kelompok sebelas beranggotakan anggota anggota terbaik yang
dipilih secara langsung oleh guru besar. Apabila terdapat hal hal yang tidak
memungkinkan, maka anggota kelompok sebelas bisa diganti, tentunya oleh guru
besar secara langsung.
Di perguruan ini tidak
hanya diajari beladiri saja, tetapi juga diajarkan nasehat nasehat yang sangat
sayang untuk dilewatkan. Lewat nasehat nasehat itulah serasa ada yang
menyegarkan dahaga batin sehingga terasa damai dan
tentram.
Sekilas tentang
meliwis putih yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar